Blog yang Mampu Menghasilkan Jutaan Rupiah per Bulan

Blog yang Mampu Menghasilkan Jutaan Rupiah per Bulan

Blog bisa dijadikan sumber penghasilan.

Masih banyak orang yang tidak percaya dengan fakta ini.

Oleh karena itu, kali ini saya ingin menunjukkan kepada anda secara LIVE bagaimana cara membuat blog dalam niche tertentu yang mampu menghasilkan jutaan Rupiah per bulan.

Semuanya akan saya buka secara transparan.

Mulai dari proses persiapan, pembuatan blog, strategi konten, sampai teknik-teknik promosinya.

Blog yang dijadikan studi kasus:

Di bulan Desember lalu saya punya waktu luang, jadi waktu itu saya punya ide untuk membuat sebuah blog studi kasus untuk pembaca PIM.

Saya akan menerapkan semua yang saya ajarkan di blog tersebut.

Kemudian hasilnya saya bagikan secara transparan.

Rencananya sih begitu…

Tapi kenyataannya, mulai bulan Januari lalu ternyata saya sibuk dengan urusan-urusan lain sehingga tidak sempat fokus.

Akhirnya blog tersebut saya abaikan.

Sekarang, yang mengurus blognya adalah salah satu asisten saya. Dia yang membantu saya mengelola konten dan melakukan promosi.

Saya cuma ngintip sesekali sambil memberikan saran.

Dengan kata lain, blog ini sifatnya seperti “autopilot”, bisa berjalan sendiri sambil menghasilkan uang meskipun tidak saya awasi.

Tapi perkembangannya juga jadi lambat.

Berikut status blog studi kasus kita saat ini:

  • Diluncurkan tanggal 7 Desember
  • (Berarti sekarang umurnya 4 bulan)
  • Jumlah pengunjung: sekitar 1500 per hari
  • Jumlah subscriber: 448
  • Jumlah post: 28 artikel (2x per minggu)
  • Pendapatan: $60 per bulan
  • Sumber pendapatan: Amazon & AdSense

Ini screenshot Google Analytics sejak hari pertama sampai saat ini:

Mengenai pendapatan, blog ini baru dimonetisasi selama 1 bulan.

Selain Amazon, ada juga $1-2 per hari dari AdSense.

Oh ya, satu hal lagi:

Terakhir kali saya “main” AdSense dan Amazon sekitar 5-6 tahun yang lalu…setelah itu berhenti total.

Jadi saya juga sekarang sedang belajar lagi.

Kalau ada yang punya tips terkait AdSense dan Amazon untuk saya, jangan malu-malu, bisa dibagikan lewat komentar di bawah.

Apa yang akan kita lakukan di seri panduan ini?

Mulai saat ini, selama beberapa periode (minggu/bulan) ke depan saya akan menerbitkan update baru tentang kondisi terbaru blog ini.

Bukan hanya itu:

Saya juga akan buka-bukaan apa saja yang saya lakukan terhadap blog ini.

(selain nama & niche)

Tujuannya supaya anda bisa meniru cara membuat blog yang mampu menjadi sumber penghasilan.

Itulah kenapa seri panduan ini dibuat.

Di episode pertama ini, saya akan membahas bagaimana cara membuat websitenya dari nol sampai siap diluncurkan.

Mari kita mulai.

1. Mencari niche yang tepat untuk blog kita

Ini tahapan pertama dan paling penting karena niche akan menentukan seberapa besar potensi blog anda.

Tahapannya

Silahkan baca panduan tersebut dulu kalau belum.

Setelah itu mari kita bahas yang lebih spesifik untuk kasus ini.

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan:

Pertama, kalau anda berencana tidak menulis sendiri (menggunakan jasa penulis) tidak usah terlalu fokus dengan minat dan kemampuan anda sendiri.

Yang penting menurut anda tidak membosankan.

Karena kalau anda merasa nichenya membosankan, maka nanti mengurus blognya juga akan jadi membosankan.

Yang kedua, pilih topik yang tidak terlalu sempit.

Ini sempat populer di sekitar tahun 2012 ke belakang, istilahnya Micro Niche Site. Memilih niche yang sangat kecil supaya saingannya juga kecil.

Jangan seperti itu.

Niche yang sempit duitnya juga kecil, karena peminatnya sedikit.

Pilih niche yang cukup besar, kemudian lakukan diferensiasi supaya blog anda punya daya saing.

Ketiga, yang satu ini tidak wajib, tapi kalau bisa pilih niche yang menarik untuk di-share ke social media dan punya gambar/foto yang indah.

Alasannya karena social media akan jadi tempat promosi utama.

Kalau performa niche anda tidak bagus di social media, maka akan butuh waktu lebih lama. Tidak sulit sebetulnya, karena hampir semua niche populer pasti menarik di social media.

Tapi sekali lagi, tidak wajib.

Ini beberapa bidang industri yang populer di internet sebagai bahan untuk pertimbangan anda:

  1. Bisnis dan marketing
  2. Karir
  3. Edukasi dan sains
  4. Teknologi
  5. Olahraga/aktivitas fisik
  6. Psikologi
  7. Fitness
  8. Kesehatan
  9. Rumah dan keluarga
  10. DIY, seni, dan kreasi
  11. Pengembangan diri
  12. Gaming
  13. Politik dan sosial
  14. Berkebun
  15. Hewan dan peliharaan
  16. Fotografi
  17. Masakan, makanan, dan minuman
  18. Desain
  19. Fashion
  20. Travel
  21. Kecantikan
  22. Properti dan perumahan
  23. Kendaraan
  24. Keuangan
  25. Mainan
  26. Kegiatan outdoor (hiking, mendaki gunung, dsb.)
  27. Relationship (pacar, teman, keluarga)

(Ingat, ini industri, bukan niche. Niche anda sebaiknya lebih spesifik lagi)

Sekali lagi

2. Mencari keyword dan membuat strategi keyword

Panduan di atas sebetulnya sudah cukup.

Tapi caranya akan sedikit kita modifikasi sesuai kebutuhan.

Mencari topik dan keyword primer

Topik primer itu topik yang paling pertama dicari oleh semua pemula dalam suatu niche. Topik yang semua orang mesti tau.

Ikuti langkah-langkah berikut:

Yang pertama anda lakukan adalah mencari sub kategori.

Misal nichenya “fitness”.

Di dalam niche tersebut tentu masih ada turunan-turunannya lagi.

Contohnya:

  • Program latihan
  • Nutrisi
  • Suplemen
  • Motivasi
  • Kesehatan, dan sebagainya

Kemudian, cari apa topik pembahasan utama dari setiap sub kategori.

Contoh untuk sub kategori nutrisi:

“cara menghitung kebutuhan kalori”, “pola diet untuk menambah massa otot”, “daftar makanan berprotein tinggi”, dan sebagainya.

Intinya cari informasi yang dibutuhkan oleh semua pemula.

Bayangkan kalau anda baru tertarik dengan topik tersebut, apa hal-hal pertama yang perlu anda ketahui? Itulah topik primer.

Jangan terburu-buru.

Luangkan waktu 2-3 jam sambil browsing blog dengan kategori yang sama.

Lalu ubah topiknya ke versi sederhana.

Maksudnya seperti ini:

Bayangkan kalau anda mau mencari informasi tersebut di Google, apa yang akan anda tulis. Misalnya “makanan protein tinggi”, atau “menghitung kalori”.

Selanjutnya, masuk ke Google Keyword Planner.

Masukkan versi sederhana dari topik tersebut ke GKP satu per satu.

Kemudian catat yang “Monthly Search Volume”-nya tinggi:

Catat ke Microsoft Excel, Google Sheets, atau Notepad.

(Saya pakai Google Sheets supaya bisa diakses oleh asisten)

Setelah selesai, kita lanjut ke tahap berikutnya.

Mencari topik dan keyword sekunder

Seperti yang sudah kita bahas di atas, topik primer itu yang paling mendasar dan dibutuhkan oleh para pemula.

Menempatkan Kata Kunci,mengolah kata kunci,kata kunci artikel, kata kunci pada artikel, menaruh kata kunci pada artikel,tehnik kata kunci artikel

riset kata kunci

Topik-topik primer biasanya populer.

Tapi jumlahnya tidak banyak, persaingannya juga biasanya tinggi.

Maka dari itu, kita perlu mencari topik sekunder yang lebih bervariasi dan persaingannya lebih rendah.

Ini caranya:

Pertama, cari sekitar 10 blog atau lebih dengan niche yang sama dengan calon blog anda.

Gunakan Google.

Masukkan satu per satu keyword primer anda di Google. Lalu akan muncul blog-blog dengan niche tersebut, seperti ini:

Bagikan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*